Kamis, 04 Februari 2016

Aku pernah.

0 komentar

Aku pernah hancur kerana terlalu percaya.

Aku juga pernah patah kerana memilih orang yang salah.

Aku pernah terkubur dalam hati seseorang yang aku selami dengan niat untuk aku bisa mengerti.

Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain.

Aku pernah tercerai berai ketika kasihku tak sampai.

Aku pernah tertusuk kepingan hatiku sendiri yang retak ketika sedang berusaha menyusun lalu kau datang lagi.

Aku pernah jatuh karena cuba beri kesempatan pada hati.

Aku pernah ditinggalkan karena menunggu.

Aku juga pernah dihakimi karena melindungi.

Aku pernah ditinggal pergi karena tak cukup memberi.

Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hati sendiri.

Aku pernah disalahkan karena bicara yang sejujurnya.

Aku pernah disuruh menunggu ketika dia sedang menunggu orang lain.

Aku pernah seperti itu.. Sehancur itu aku pernah bangkit hanya untuk dihancurkan kembali.

Kini.. Aku bangkit bukan untuk dihancurkan semula. Aku juga layak untuk bahagia seperti orang lain. Aku juga layak merasai kegembiraan dalam setiap kehidupan yang ada. Hatiku telah dijaga dengan Rapi oleh Tuhanku. Jika aku menjaga hubungan aku dengan Tuhanku, inshaAllah hati aku tak akan hancur lagi. Kini aku kembali tersenyum. Indah. Bahagia. Bersama Tuhanku.

Aku Pernah,
.

Selasa, 02 Februari 2016

Bangunan

0 komentar
Aku hafal pada setiap sudut ruang itu.
Bangunan yang didirikan jauh sebelum aku pandai merengek.

Dan siapa yang sangka bangunan itu memiliki rasa nyaman sendiri bagiku.
Bangunan yang dimana aku nyaman menari dan bertingkah konyol menjadi diriku sendiri.

Aku tau betul bagaimana rasanya hidup ditengah2 bangunan megah itu.
Aku tau bangunan itu tua
Namun tak pernah terlihat membosankan.

Aku yg sudah tidak pernah bersinggah pada tempat itu,merasa kehilangan duniaku.
Aku merasa ada yg ganjil saat tak kutemui lagi keramik gedung itu yang membuatnya semakin nyaman.

Taman tamannya,itu dulu tempat aku beristirahat setelah aku kelelahan berjalan.
Aaahhhh bangunan itu.
Dia buka hanya sekedar bangunan.
Dia berhasil membuat aku gila!!!
Mana bisa aku bisa senyaman ini dengan sebuah bangunan tua.

Rasanya agak geram mengapa aku harus sebentar untuk disana?
Takbisakah lebih lama sebentar?
Belum banyak sejarah yg aku ukir.
Belum tajam rasanya kesenangan aku runcing disana,dibangunan itu.

Aku rindu berlari dari timur ke utara
Dari selatan ke barat.
Aku rindu melihat bintang dari atas bangunan itu.
Aku rindu merasa kelelahan digedung itu.
Dan.
.
.
.
Izinkan aku kembali

Bangunan itu
Dimana aku merasa mendapatkan zona kenyamanan.
Dimana aku merasa menjadi aku dan taj ada yg berani merubahnya.

Bangunan itu
Dimana aku pernah mengukir kelaparan dan kehausan.

Bangunan yang di dirikan jauh sebelum aku mengerti.
Namun berhasil membuat aku nyaman dan rindu ingin berinjak dibangunan itu

Aku tak mengerti,jangan tanya aku mengapa aku sangat nyaman disana.
Aku nyaman menjalani sepenuhnya hariku disana.


Dia hanya benar benar sebuah bangunan.

Minggu, 17 Januari 2016

;)

0 komentar

Dulu, di dalam hatiku cuma ada kamu. Entah bagaimana caranya, cinta datang dan kemudian menyuntik hati ini. Aku sebagai insan biasa tak mampu menahan panah asmara yang dilucuti dewa amor untuk pertama kalinya.

Kemudian kita belajar. Hingga akhirnya kita berdua menyadari, rasa yang kita miliki ini adalah bukan milik kita. Rasa yang mestinya kita curahkan untuk Allah malah kita curahkan berdua. Rasa yang belum saatnya berada di dalam hati tapi kita izinkan datang sebelum hari pernikahan dijelang. Padahal kita sama-sama tahu: Allah Maha Cemburu.

Akhirnya kita putuskan bahwa kita harus mengakhiri ini, saling menjauh. Agar kita lebih dekat pada-Nya yang maha hakiki.

Waktu berlalu. Kini kita makin dewasa. Kita semakin tahu mana yang benar dan mana yang salah, kita juga semakin mengerti bahwa hidup ini tak hanya cuma tentang "cinta". Masa lalu kita berdua bagaikan awan kelabu, tapi semoga awan itu kini menjadi hujan yang hikmahnya dapat kita petik masing-masing.-langitnu

Jumat, 15 Januari 2016

Rindu

0 komentar
Kalau mau tak rindu ya bertemu.
Kalau mau tak kesal ya menjauh.
Lalu aku gimana?
Aku kesal dan rindu.
.
.
.
Untung Tuhan baik,
Aku dijadikan sebagai orang yang hebat menahan rindu.
Semoga kita bertemu
Ditempat yg lebih baik dan waktu yang tepat.

Tapi aku tak yakin kita akan bertemu dalam waktu yg singkat ini.
Semoga selama2nya aku bisa bertemu kamu setiap harinya dimanapun itu.
Yg paling penting aku ingin bertemu kamu di Syurga Allah..........
Agar aku tahu ternyata pertemuan kita adalah bagian dr nikmat SyurgaNYA.

Semoga.

Aku tunggu di ujung jalan sana,semoga langkah kita sama menuju Syurga.

Jumat, 08 Januari 2016

Dengar aku,

0 komentar
Dengar aku,
Aku tak akan pernah berhenti mengikutimu.
Walau kamu yang meminta.
Dengar aku,
Kemarin aku kecewa dengan alasan kamu.
Namun ternyata aku menyesal.

Dengar aku,
Aku akan selalu menunggu apa akhir cerita kita.
Rasanya tak sabar untuk menuliskan pertualangan kita

Dengar aku,
Kapan cinta ta pernah senorak ini?
Rasanya aku jijik
Namun apa?
Tanpa sadar aku larut pada kenorak-an ini.

Dengar aku,
Sekali lagi.
Kapanpun nantinya
Kapanpun waktunya.
Aku akan berkata
Kalau aku tak pernah berhenti mengikutimu.
Karena ku rasa kakiku diciptakan utk mengikuti langkahmu.
Karena ku rasa aku diciptakan untuk sebagai pengikutmu.mungkin

Namun kalau tidak,
Berarti aku salah.
Namun dengar aku,
Sekalipun itu salah
Itu adalah kesalahan yg tak pernah aku sesali.

Dengar aku,
Aku tak peduli sekarang kau sedang dimana
Kau sedang berbuat apa.
Namun percayalah
Suatu saat aku pantas untuk mengetahui itu.

Rabu, 06 Januari 2016

06-01-2016

0 komentar
Aku nulis ini disaat perasaan aku sendiri gak peduli.
Jadi maaf,jikalau kata ini berubah menjadi duri.

Aku tak pernah kecewa sebelumnya,apalagi untuk hal yang tidak penting.
Namun kali ini aku kecewa.
Sangat.

Aku melepaskan dengan membekali dia kepercayaan.
Namun aku hampir lupa,
Aku hampir lupa masa lalunya.
Sehingga aku tau ia mendusta di balik kepercayaanku. Maka hilanglah sudah kepercayaan itu.

Kau bilang tidak
Namun nyatanya kau berdusta
Kau sepertinya belum mengenalku lebih dekat.
Maka sini ku bisikkan.
"Aku kecewa"

Aku tak suka dibohongi,apalagi dusta mu menyakiti.
Aku benci dusta
Dan kau berdusta berulangkali.


Kau tau????
Aku jarang untuk kecewa.
Bahkan sekarang aku rasa aku membutuhkannya,ya...
Membutuhkan untuk kecewa.
Karena aku sudah terlalu percaya.

Pergilah kau dengan semua dusta yang kau ukir.
Sungguh indah dusta mu.
Bahkan kadang aku rindu.
Bahkan kadang aku tak ingin tau kau sedang berdusta.

Aku benci!
Kau beralasan
Bersandiwara seakan kau tak ingin menjadi buruk.
Lalu aku memahami
Sangat paham

Namun...
Kau dusta!!!
Kau bukan memperbaiki namum semakin menjadi.
Aku tau
Kau masih saja berdusta

Kau manusia?
Manusia macam apa yang tak bisa memilih?

Bahkan aku mundur
Agar kau tak perlu memilih.
Aku mundur
Aku tak mau dipilih olehnya.

Maaf menyakitkan,aku sedang kecewa.
Mungkim rindu kamu.
Namun
Kau dusta
Biarkan

Sabtu, 02 Januari 2016

Ayah,aku jatuh cinta!!

0 komentar
Malam itu aku mendekati ayahku yang sedang sibuk memainkan laptopnya,ntah apa yang beliau kerjakan yang jelas memang ayah sedang sibuk minggu ini. Aku datang dengan segelas teh hangat yang sudah aku campur satu sendok teh gula,ya itu adalah formula wajib bagi ayah apabila ingin menyeduh secangkir teh.
"Yah silahkan"
Ayah hanya menoleh kearahku sambik mengelus kepala dan tersenyum. Hal itu sudah aku anggap sebuah kata terimakasih yang ayah sampaikan.

Aku tetap duduk disampingnya, sambil melihat layar yang berisi pekerjaan ayah yang sebenarnya aku tidak tau apa maksud dari pekerjaan tersebut.
"Yah......."ucapku
"Iya Nak?" jawab ayah tanpa menoleh padaku
"Ayah sibuk sekali?"
"Sibuk saja,gak pakai sekali Nak"
Aku tersenyum mendengar jawaban Ayah,lalu tetap duduk diam disamping meja kerja ayah.

Aku tau,ayah pasti mengerti ada maksud apabila aku tidak pergi dari meja kerjanya.
Tiba-tiba ayah meminum teh sambil meregangkan ototnya
"Uuuuggggh.. Kamu mau mijit ayah ya?"godanya
"Ayah mau aku pijit?"
"Tidak...tidak Nak,ayah bercanda."
"He he he"
Aku tertawa renyah begitupun ayah.
.
.
.
.
.
"Yah menurut ayah,aku sudah dewasa?"
Ayah melirikku tersenyum,pasti ayah sangt geli mendengarkan pertanyaan anak tunggalnya,memang pertanyaan itu tidak patut ditanyakan oleh mahasiswi semester 5 seperti aku.
" ha ha ha ha"ayah tertawa,tapi aku tidak.
"Yah ayolah dijawab......."
"Iya dong anak ayah sudah dewasa,sudah tidak minum di 'mpeng' lagi kan?sudah bisa baca tulis,bentar lagi nulis skripsi"
"Ayah,aku serius" jawabku sambil memasang muka sedih
"Kamu sudah dewasa sayang,dan ayah percaya kamu sudah dewasa"
"Hmmm....."


"Ayah percaya kamu dewasa karena ayah yakin kamu sdh bisa memilih mana yang benar,kamu bisa menjauhi yang salah.lagian kamu toh sudah kuliah. Kamu bisa mengatur waktu memprioritaskan sesuatunya dengan baik. Ayah yakin dan percaya dunia kamu sekarang bukan dunia yang dulu,dimana kamu harus bertanya apa aku boleh melakukan ini?melakukan itu?kamu jg skrg harus sudah bisa memilih teman yang baik teman yg membawamu pada jannah. Dan juga...... Kamu harus bisa memahami semua karakter temanmu,harus bisa menyeimbangkan............................"jawab ayah panjang lebar

Aku tetap terdiam.
Ayah benar-benar beranggapan aku sudah dewasa.
Saat aku terdiam ayah melanjutkan pekerjaannya. Aku tarik tangan ayah dr keyboardnya seakan tak rela apabila ayah melanjutkan pekerjaannya. Lalu dengan cukup takut serta grogi,akhirnya aku berani berucap:
"Yah....apa kalau aku suka seseorang artinya aku dewasa?"aku masih tetap memegang tangan ayah dengan erat.
.
.
.
.
Ayah diam dan menelan ludahnya,aku tau Beliau pasti kaget dengan pertanyaan yang baru saja Beliau dengar.
"Ha ha ha ha"ayah tampak geli
"He he he aku salah?"
"Nampaknya anak ayah sedang jatuh cinta?"
Aku menggeleng malu,aku benar2 malu menanyakan itu pada ayahku namun aku rasanya ingin berpura2 tidak tau kalau aku sedang malu,aku tidak peduli!!

"Siapa pria yang berhasil merebut perhatian anak gadis ayah?"
"Aku tidak jatuh cinta Yah,sungguh. Aku hanya suka melihat seseorang itu,aku suka sikapnya dan aku rasa aku sering merasa kehilangan apabila tidak bertemu,cukup itu. Aku suka bukan cinta. Dan aku tak tau apakah nanti malam perasaan itu berubah jadi cinta"
"Pertanyaanmu tidak menjurus untuk memohon agar ayah izinkan pacarankan?" jawab ayah menggoda.

"Tidak....tidak sama sekali,aku tahu itu tak akan boleh oleh ayah"

"Ayah membolehkan,jika Tuhan mengizinkan. Namun nyatanya Tuhan jelas melarang,lalu apa Hak ayah untuk mengizinkan kamu melanggar perintah Tuhan?Ayah ingin kamu menuruti perintah Ayah karena kamu mencintai Ayah karena Allah. Bukan mencintai ayah karena ayah yang memberimu nafkah. Ayah hanya media tuhan memberikan beberapa rezki untukmu. Ayah mungkin hanya media agar kamu tidak berbuat apa yang Tuhan larang. Ayah melarang kamu pacaran,meninggalkan sholat,memakai celana panjang,membuka aurat karena satu alasannya. Karena Allah yang memerintahkan. Itu aturan Allah,bukan aturan ayah. ayah tak akan pernah bisa membuat peraturan seperti itu."

"Ya ayah aku paham,aku tak ada niat untuk berpacaran dengannya. Namun aku resah dengan perasaan ini. Aku resah setiap malam dia hadir dalam pikiranku,aku resah sekali apabila aku cemburu  apabila dia sedang dekat dengan wanita lain,aku cemburu saat tahu ada wanita lain yang mencintainya. Aku resah,maka dari itu aku menceritakannya dengan Ayah" ceritaku

Kepalaku mendekat pada bahu Ayah, hal itu membuat aku nyaman pada malam itu.

"Lalu?"ucap ayah

"Iya ayah,aku mencintainya mungkin,aku kagum dengan perbuatannya,aku sering rindu dan cemburu padanya. Aku bahkan sering berharap jika ia akan menjadi menantu ayah kelak. Tapi aku tau dia sebelumnya pernah mendekati seorang wanita dan wanita itu adalah temanku,bahkan aku takut kalau mereka saling cinta,rasanya aku ingin mencegahnya yah. Aku bagaimana?aku jahat bukan?aku kotor?aku berdosa?namun kadang aku menyesal kenapa bisa jatuh cinta apalagi dengannya.kenapa aku bisa membuat hati aku kagum dengannya.aku menyesal,aku kesal dengan diriku yah"tak aku sadari aku menitikkan airmata ketika bercerita tentang pria itu.aku menitikkan air mata benar,aku serius!!!!

"Sayang.....kamu tidak pernah salah dengan jatuh cinta,jangan benci dan menayalahkan dirimu apabila km jatuh cinta. Cinta itu fitrah,bisa membuat kamu mendekat padaNya atau bahkan menjauh  dariNya. Semua adalah pilihan kamu,cintailah dengan diam dan doa. Allah yang membolak balikkan hati,Dia maha pemilik cinta dan berdoalah padaNya agar kamu bisa terlindungi dari cinta cinta yang menyesatkan. Tak perlu cemburu,tak boleh cemburu pada seseorang. Jangan menaangis karena lelaki yang bukan milikmu,nanti ayah cemburu.he he he.
Ayah tak mau kamu cemburu,memang itu bukan milikmu bukan?memang dia bukan hakmu bkn?jangan pernah membenci cintamu pada lelaki itu,serahkan perasaan mu pada Allah biar Dia meletakkan cintamu pada lelaki yang tepat yang tak akan mau hati mu tertusuk walau hanya tertusuk duri mawar. Lelaki yang akan bersama denganmu melangkah dan memilih jalan menuju Jannah. Kamu maukan?
Dan apabila ada lelaki yang mengucap cinta,suruh dia mengungkap cinta kekamu melalui ayah. Apabila ia merindukanmu maka dia harus berani datang pada ayah untuk memintamu langsung pada ayah. Jangan menjadi pengecut dan menjadi pencuri merebut kamu dari ayah,ayah tak akan rela kecuali ia memintanya pada ayah dan ia pun adalah org yg  harus berkomitmen untuk menjagamu,memimbingmu dan bersama2 dengan mu menuju Jannah."

Aku berusaha mengelap air mata yang terus menangis tersedu mendengar perkataan ayah,kali ini aku bukan menangisi lelaki yang ku kagumi di kampus. Namun aku menangisi bahwa aku tau ayah sangat mencintaiku dan menganggap aku wanita spesial sama spesialnya mungkin dengan ibu.

Aku bahagia dan lega bercerita dengan ayah,aku merasa mendapatkan jawaban yg tepat atas segala resah,cemburu dan rinduku.

Aku kini lebih memilih diam dalam mencintai lelaki itu. Mencintainya dalam doa,mendoakan agar ia menjadi lelaki gagah pembela agama Allah dan kelak apabila memang aku pantas bersanding dengannya. Namun apabila ujungnya ia bersanding dengan bidadari lainnya akupun ikhlas dan tak ada sesal mendoakannya menjadi lelaki yang baik. Dan aku yakin lelaki yang aku dapatkan adalah lelaki yang mendoakanku pada setiap sholat malamnya.

Dan ayah selalu menjadi lelaki terbaik yang akan selalu menjadi doa pertamaku.
Dan ayah akan selalu menjadi cinta pertamaku,lelaki yang pertama yang bisa membuat aku jatuh cinta. 

Jumat, 01 Januari 2016

0 komentar
Aku melepas tidak berarti aku menolak.
Hanya melepaskan sesuatu yang aku suka,namun bukan milikku.
Aku bisa saja bersandiwara seakan akan sesuatu itu milikku,
Seakan akan sesuatu itu harus selalu bersamaku.
Namun aku tidak mau indah dengan sandiwara
Aku tidak mau keindahan yang kudapat hanya sandiwara pula nantinya.

Aku melepas bukan karena tak cinta,
Tapi cinta bukanlah sesuatu yang merusak dunia.
Cinta diciptakan dengan begitu sempurna oleh Maha pemilik Cinta.
Cinta tak bisa membuat orang gila
Cinta tak pernah membuat seseorang terbunuh
Cinta yang sebenar cinta adalah cinta yang membangunkan istana di syurgaNya.

Maka aku berani melepaskan cinta itu,
Berkelana seperti apa yang dia mau.
Entah dia akan bersinggah pada rumah rumah yang lebih indah,akupun tak pernah akan peduli.
Karena aku sudah melepaskannya
Dan apabila memang cinta itu adalah hak ku
Dan apabila memang cinta itu dibuat untuk melengkapi aku
Dan apabila memang cinta itu yang menghidupkanku
.
.
.
.
Maka selepas apapun aku melepasnya
Maka sejauh apapun ia berkelana
Tuhan akan selalu mengiringinya dengan hembusan angin mengarah padaku.

Namun akupun sudah siap menerima
Apabila cinta yang benar benar aku lepaskan hilang tak terpandang oleh mata.
Apabila cinta itu benar benar tak akan dihembuskan kepadaku.
Aku siap.
Aku rela.
Tak akan ada tangisan setetespun untuk cinta yang tak kembali
Tak akan ada.
Karena cinta yang tak kembali bukan milikku
Dan tak akan pantas menjadi apa yang aku cintai.
Maka tuhan akan banyak mengirimi ribuan cinta yang lebih indah
Dan cinta yang benar2 menjadi milikku
Cinta yang akan mengalir bersama jutaan sel darah ini ditubuhku.

Pada saat yang tepat
Dan tanpa ada kekecewaan.

Jumat, 25 Desember 2015

25 desember pukul 22:45

0 komentar
Dia akan menjadi ceritaku nantinya
Walau ujungnya tak tau harus dibuat seperti apa.
Datang tak pernah aku harapkan lalu kepergiannya nanti tak pernah pula aku harapkan.
Dari awal semua begitu lucu,dari aku yang mulai menjelajahi seberapa hebat dirimu.

Dan aku menemukan jawabnya saat bertatap muka denganmu.
Namun kamu jahat hadir disaat tidak tepat waktu,terlalu dini aku harus mengenalmu.

Sabtu, 21 November 2015

sepenuhnya salahku.

0 komentar
Aku merasa berdosa telah menjadi batu untuk seseorang yang ingin berubah.
Dia adalah orang baik,
Orang yang hanya ingin patuh pada Tuhannya.
Lalu aku merasa aku telah mengganggu sebuah proses suci itu.
Aku seperti menjelma sebagai orang jahat dalam kehidupannya.
Aku seperti ditakdirkan sebagai suatu cobaan akan proses suci itu.
Aku salah.....
Maafkanlah.

Namun,
Siapa yang merasa bersalah dengan apa yang berubah atas aku?
Yang kemarin seperti bukan aku
Aku tak pernah seperti itu sebelumnya
Aku dulu adalah orang yang pintar dalam menolak
Aku dulu adalah orang yang tega untuk menghentikan siapa saja yang berani berucap rindu.
Lalu tiba saja aku seperti kehilangan jiwaku yang dahulu.
Lalu siapa yang bertanggung jawab?siapa yang akan merasa bersalah?

Tidak..
Tidak..

Aku tak perlu mengggugat seperti itu.
Apabila harus ada yang disalahkan atas jiwaku yang hilang.
Apabila harus ada yang berdosa atas jiwaku yang hilang.
Maka aku lah yang pantas.
Aku pantas menyalahkan diriku sendiri.
Aku seperti sengaja menyembunyikan jiwaku yang sebenarnya.
Aku seperti sengaja untuk tidak sadar.
Ya.
Aku yang salah
Aku yang berdosa
Biar aku yang menanggung

Bahkan aku membuat jiwa jiwa lembut itu cemburu.
Bahkan aku membuat jiwa jiwa lembut itu percaya dusta ku.

Aku salah.
Aku yang salah semuanya.
Aku salah telah menjadi ancaman bagi jiwa yang ingin tunduk pada Tuhannya.
Aku salah telah menjadi bara api cemburu atas hubungan bunga dan kumbang.
Aku salah telah menjadi dosa bagi diriku sendiri.
Aku salah telah menjadi warna hitam yang menimpa warna manis dalam hidupnya.

Kalau memang aku harus membenci alasan kenapa ini terjadi.
Alasannya adalah diriku.

Walau memang awalnya aku merasa tak adil mengapa sepenuhnya aku yang berdosa.
Namun.
Aku tak bisa menyalahkan dia,kamu,kau,apalagi mereka.
Aku tak mudah untuk membenci.
Walau aku kecewa dengannya.
Tapi aku bukan orang yang mudah untuk marah.
Aku bukan orang yang mudah menyatakan benci.
Lalu untuk menjadi semua tenang
Aku memilih diriku untuk disalahkan.

Tentu aku kecewa
Mengapa aku membiarkan kata cinta sangat mudah diucapkan.
Padahal dahulu aku pandai menahannya

Mengapa aku membiarkan diriku menjadi insan yang mudah merindu.
Padahal dulu aku ahli membenci seperti itu.

Aku yang bersalah atas mu.
Kau tak salah
Kau hanya jiwa yang mencoba patuh pada seruanNya.

Kau tak salah akan aku.
Hanya aku yang sedang kehilangan arah

Kau tak salah.
Aku seperti embun yang tak pernah dirindukan oleh daun hijau.

Maafkan aku yang pernah menjadi ancaman mu.
Diberdayakan oleh Blogger.
 

"coretan-rahmah" Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template