Sabtu, 09 Juli 2016

Mereka hanya sebagai penduga

0 komentar
Ya aku tau pasti akan banyak pertanyaan diantara mereka. Mengapa secepat ini?mengapa?apa alasannya? Dan aku jg sudah siap dengan banyak opini dr mereka,ntahlah....apa itu negatif ataupun positif.
Aku mengerti,mereka yg tidak.
Mereka hanya menerka
Mereka hanya menduga.
Sedangkan aku?merasakannya bahkan aku peran utamanya dalam dongeng ini.

Aku yg paham bagaimana aku bisa mendapatkan tokoh ini. Sedangkan mereka?hanya penikmat dongengku.

Ya,aku sudah siap dengan semua prasangka nantinya.ntah apapun itu. Aku siap.

Kalian pikir aku yg merencanakan secepat ini?karena aku pikir jodoh tak pernah mengenal waktu,jodoh bahkan tak pernah mau tau waktu itu. Yg aku tahu jodoh akan datang tepat waktu. Tapi siapa yg pernah tau kapan waktu yg tepat itu? Cepatkah atau bahkan lambatkah?

Ya.....
Aku benci di dunia ini.
Semua seperti ada yang memputarbalikkan.
Kebaikan,bahkan anjuran agama menjadi sangat asing atau bisa menjadi sangat negatif apabila kaum muda sepertiku melakukannya....
Tapi apa????
Hal yg jelas di larang oleh Tuhan menjadi sesuatu yg dikagumi. Sesuatu yg harus ada. Menjadi sesuatu yg tidak asing.
Ah aku tau,inikah akhir zaman?

Tidak..tidak
Aku tidak menyalahkanmu jikalau kamu terkejut. Tidak, karena akupun begitu. Aku terkejut dengan bingkisan yg Tuhan kasih. Aaaahhh......indah sekali aku rasa,tapi jelas kau tak bisa merasakan. Sekali lagi,kau dan mereka hanya bisa menduga.

Sini mendekatlah agar kau mendengar lebih jelas.
Aku.
Diusia mudaku
Aku memutuskan untuk menerima tanggungjawab besar ini,yg mungkin blm semua gadis seumuran ku siap menerima.
Diusia mudaku
Aku memberanikan untuk bisa membagi waktuku untuk imamku nantinya.
Aku berani untuk menuruti semua perintahnya.
Ya.
Aku berani
Bahkan merelakan sedikit waktu bersenangkupun aku berani,karena aku yakin..... Apa yang aku putuskan dengan nama Tuhan yang maha pemilik hati maka aku akan bahagia.

Diusia mudaku.
Aku memutuskan untuk membangun kehidupan baru bersama org yg aku kenal saat dewasa ini.
Tidak mudah,siapa yg berkata mudah?namun tidak bisa dibilang susah.

Kau tau alasanku?
Karen begitu cintanya aku pada yang memberikan aku kesempatan. Karena aku begitu cinta dengan Tuhan yang mengizinkan aku bertemu dengan imamku dengan waktu yg cepat.
.
.
Bukan.... Bukan karena dia dpt meluluhkan hati aku dengan rayuannya.
Bukanpula karena dia mengalihkan duniaku krn wajahnya
Apalagi karena hartanya bukan.
Lalu apa?
Yaaa..... Aku jatuh cinta karena Allah,karena dia yang Maha menjatuhkan. Dia yang Maha menyatukan hati2 dua insan yg Dia tentukan.
Ya itu....

Dengarkan aku.
Apakah ada sebuah dosa apabila aku mengambil langkah secepat ini?
Apakah ada masalah?
Coba bisikkan padaku.

Ntahlah
Aku akan kelelahan apabila menjelaskan kepada mereka mereka yg tetap berpikiran buruk.
Ntahlah..... Yg aku garis bawahi ialah Ridho Illahi. Bukan Ridho dari insan yg memiliki mulut yg busuk membicarakan hal yg sebenarnya mereka tak pernah paham.

Yang aku pikirkan RidhoNYA.
Aku siap.
Bahkan aku tau
Akan ada org2 seperti mereka.

Sabtu, 07 Mei 2016

SAMAPTA PUSDIKLAT ANGK.II (SEASON SATU)

0 komentar
Oke kita mulai. Dari zaman kuliah cerita yang paling hits dari beberapa senior dan dosen adalah cerita mereka saat samapta. Dengernya sih kayak "ngeri juga ya" "untung masih lama" " duh males banget deh samapta" "yaampuuuun"

Tapi ternyata waktu itu cepat banget men. Kayaknya baru kemarin gue denger cerita samapta dari senior dan dosen daaaaaaaan ternyata besoknya gue udah dipanggil. OMG OMG DOUBLE TRIPLE OMG!!!!!!!!!!

Pas mau samapta gue sempat bilang sama kakak gue "gue belum siap kak" but siap ga siap waktu itu datang juga.

Gue samapta dari tanggal 14 maret-15april kurang lbh 33 hari lah yak.

Hari pertama pas pembukaan samapta aja suasana udh beda banget udah disuruh merayap aja di aspal menuju aula padang soedirjo (ada penyambutan dari penyelenggara).

Pagi-pagi sampai siang sebenarnya kita belum ada kegiatan,masih nungguin temen2 yg belum tes kesehatan.

Semua dimulai saat dzuhur usai,kita para Siswa samapta disuruh ke barak gitudeh,waktunya gak lama tiba2 udah ada suara tembakan disuruh ke lapangan hijau (FYI: LAPANGAN HIJAU adalah sebuah lapangan di pusdiklat yang tidak diaspal atau disemen alias penuh dengan tanah+rumput2an. Yang dimana pasti lapangan tersebut sudah SENGAJA dibuat basah sehingga lumpur itu terjadi).

Dilapangan hijau, ada namanya upacara pembukaan MINGGAR,alias minggu penyegaran (FYI: MINGGAR adalah dimana para siswa samapta tidak diizinkan masuk barak,tidak bisa mandi,ganti pakaian dan lain-lain).
Taraaaa ini adalah hal yang paling gue keselin...kzl se-kzl kzl-nya! Setelah upacara pembukaan minggar kita itu disuruh bolak balik dari lapangan hijau ke lapangan depan barak ampe berapa kali gue lupa,intinya banyak banget. Itupun bolak baliknya dengan berbagai macam gaya,merangkak,guling2,merayap.dan masih banyak gaya lainnya yang tidak mungkin dijelaskan WKWK.
Saat itulah lutut yang gue jaga selama ini berdarah dan sakit bgt...bgttttttt!!!!

Skip

Minggar terjadi CUKUP 4 hari saja,iya...CUKUP. Bahkan berlebih gue rasa wkwk. Saat minggar setiap pagi setelah melaksanakan apel pagi di lapangan hitam (FYI: LAPANGAN HITAM adalah lapangan dimana pertama kali lo masuk pusdiklat bea dan cukai lo akan menginjak lapangan yang beraspal,maka dari itu disebut lapangan HITAM. Iya...Hitam karena aspal)
Kita disuruh lari menuju lapangan hijau sambil bilang "siswa...siswaa...siswaa.." tenang gaeeesss disini gue sama temen2 gue bisa ketawa kok sambil lari,ntah kenapa gak ada takut apalaagi males,mungkin karena minggu pertama yaak.

Dan apbila telah sampai dilapangan hijau,ya gitu hhmmmm.... Disuruh guling2 siswinya dilumpur. Bolak balik dah ampe baju biru dongker jadi warna cokelat. Setelah puas guling2 kita disuruh jalan jongkok atau merangkak menuju kolam sukun (FYI: KOLAM SUKUN adalah suatu kolam(seperti kolam renang) berukuran kecil yang berada dilapangan hijau tepatnya di bawah pohon SUKUN)
Nah....
Sebelumnya kan gue pernah cerita kalau lutut gue berdarah dihari pertama,nah besok2nya kalau disuruh ngerangkak gue bener2 sakit bgt,sampai pernah gue keringat dingin saking sakitnya men.
Setelah itu gue gamau mencelakai diri gue, karena gue sayang sama diri gue sendiri#tsah jadi kalau disuruh merangkak akhirnya dengan ide gue sendiri gue jalan jongkok. Padahal ya merangkak itu lebih enak drpd jalan jongkok,iya kalau lutut lo dalam keadaan sehat!! Kalau ada pelatih yang bilang "siswi kok kamu jalan jongkok?" bilang aja "siap lutut sakit pelatih"
Gausah takut si
Pelatih itu tau kemampuan kita,kalau sakit gak akan menuntut kita untuk melakukan hal yg kita gabisa. Jadi w o l e s iya woles..tapi kesel jg wkwk

Skip

Kegiatan kita minggar setelah "bermain" di lapangan hijau kita harus jalan jongkok+ merayap kadang guling kadang merayap punggung menuju lapangan hijau. Sambil bilang "siswa...siswaaa" kalau semuanya sudah sampai lapangan hitam kita jalan jauh gitudey,tapi sebelumnya kita makan snack di lapangan depan kantor pusat (bayangin makan dengan keadaan bau busuxxxxx) Trs jalan dan ujung2nya ada di sungai gangga( FYI: SUNGAI GANGGA bukanlah SUNGAI,BUKAN! Tapi lebih tepat disebut selokan dibelakan kantor pusat. Gue sendiri gatau kenapa disebut SUNGAI ATAUPUN SUNGAI GANGGA.  Mungkin, biar dikata lebih sopan atau lebih enak didegar daripada disebut SELOKAN)

Ini bener2 jorok gaes,tapi mengingat gue udah kotor jadi ga ada yang perlu ditakuti sih, tiduran di sana sungai gangga,tengkurap,duduk,jongkok. Pokoknya dari ujung ke ujung basah kena air itu. Btw sungai gangga ini warbiyaza loh sampai pelatih punya lagunya

🎡🎡🎢sungai gangga tak akan kulupa..
Tempat kita berlatih bersama...
Siang malam selalu ditempaa...
Tuk menjadi pegawai beacukai...
Tuk menjadi pegawai beacukai...
Itulah harapan bangsa dan negara...
Tuk menjadi pegawai beacukai....🎢🎢🎡🎡

Skip

Udah selesai 'mandi' di sungai gangga kita balik ke pusdiklat. Disini kita disiram pakai air, lo tau ga selang pemadam kebakaran?nah kita disiram pakai itu. Ini momment yg gue suka bgt,seenggaknya tubuh gue sedikit bersih ya.hmmm nah setelah ini kita makan siang dan sholat,biasanya setelah sholat latihan fisik (atau biasa dikatakan 'disiksa') sudah selesai,biasanya kita materi,latihan PBB,dan sekalipun ada ya tiba2 kita dijemur atau senam disiang hari-_-

Tidur?nah kalau tidur pas minggar iru tidurnya dikuburan deket pusdiklat (gak deket juga weeeeee mayan jauh kalau jalan). Dikuburan?takut?Alhamdulillah ga takut, antara gak takut atau emang udah pasrah karena ngantuk banget. Udah ga peduli deh tidur diatas kuburan beneran,beralasan tanah. Soalnya kalau gatidur rugi men,besok kegiatan banyak pasti butuh tidur. Tapi ntar kita bangun kalau ga jam 1 ya jam set.2 pagi untuk balik kepusdiklat dan melanjutkan tidur di teras Aula. Yg gue gasuka dari tidur dikuburan itu adalah Dingin!!!!!! Pertama kalinya gue menggigil sampai mulut gue bergetar sendiri.
Nah kira2 4 hari minggar seperti itulah kegiatannya.
Bentar bentar gue ngantuk bgt,istirahat dulu. Nanti gue bakal cerita tentang samapta gue sampai selesai kok di next post ya;)


Tidak Sekarang (suara hati)

0 komentar
Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku lebih baik memilih diam. Agar kau tidak perlu kerepotan menghindariku setiap kali bertemu. Agar aku bisa menjadi temanmu. Agar kau tidak khawatir bersamaku.

Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku memilih diam. Bukan berarti aku takut. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang banyak bicara. Lebih baik aku bersabar terhadapmu.

Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman berada di dekatku. Biarlah semua menjadi rahasia yang tidak seorang pun tahu. Tidak akan ada teman yang menggoda saat kita berada di tempat yang sama.

Kau bisa bebas bercerita dan bermain bersama. Tanpa perlu merasa apa-apa. Tanpa perlu susah payah menghindariku hanya karena perasaanku. Tidak perlu sungkan membalas pesanku hanya karena khawatir menimbulkan sesuatu.

Biarlah semua aku simpan rapi. Agar aku bisa menjadi temanmu saat ini. Dan kau bisa menghadapi hidupmu tanpa perlu memikirkan bagaimana perasaanku. Kita tetap bisa saling bercerita sepanjang kita mau tanpa kau merasa ragu. Kita tetap bisa bermain bersama dengan teman yang lain dalam satu meja, tertawa bersama, tanpa rasa canggung.

Biarlah semua seperti ini. Keadaan ini aku pertahankan bukan karena aku takut memulai. Aku justru takut merusak suasana di waktu yang tidak tepat. Tidak semua perasaan harus dikatakan saat itu juga bukan?

Aku ikhlas

0 komentar
Mulai ada ikhlas tumbuh dihati.
Berapa lama aku menunggu hari ini tiba menuju.
Setiap hari dipupuki rasa rindu.
Namun kini aku ikhlas atas ketentuanNya.

Biarkan ikhlas semakin tinggi.
Sehingga tak pernah ada risau saat rindu harus menyapa.
Jangan biarkan tangan tangan berdosa mencabutnya.
Akan sakit daku....
Akan menangis pasti...

Jangan
Jangan sentuh keikhlasan yang selama ini aku tunggu.
Apalagi untuk mencabutnya.
Jangan
Aku akan benci.

Sudah tumbuh ikhlas dihati
Membuat aku tenang setiap detiknya.
Dan apalah arti semua yang selama ini aku tak ikhlaskan.
Tak ada artinya.

Tahukah kamu?
Aku bodoh melindungi sesuatu disaat diriku tercambuk dosa.
Aku bodoh mempertahankan sesuatu disaat akar-akarku tak lagi kuat menggenggam bumi.
Aku bodoh menginginkan sesuatu itu tetap,padahal ia pandai berjalan,bahkan berlari.
Ya,aku bodoh mengapa membiarkan aku bodoh karena sesuatu yang bodoh pula.

Dan aku ikhlas kini,
Benar ikhlas.
Tak akan lagi aku paksa.
Tak akan lagi aku melindunginya.
Aku ikhlas


Jumat, 29 April 2016

0 komentar
Pertemuan adalah penjelasan.
Bila mata adalah pintu hati, maka tataplah ia. Secanggih apapun media, tak akan mampu memberikan suasana yang sama bila bertemu secara langsung.
Di balik layar kaca, mungkin kita bisa berbohong. Menyeka air mata dan menempel senyuman jelita. Namun jiwa yang satu tak akan tertipu.
Temuilah saudaramu, temuilah keluargamu, jemputlah cintanya.
Karna pertemuan adalah penjelasan

-Dibalik mendungnya awan kota Jakarta

Rabu, 27 April 2016

Aku Bahagia Malam itu, Tuhan.

0 komentar
Jauh rasanya aku untuk dikatakan baik, apalagi untuk dikatakan aku terbaik.
sebagai wanita akupun belum bisa untuk dikatakan rupawan-cantik-menarik dan sekawannya.
masih banyak sikapku yang aku sadari salah,namun mengapa tak bisa aku merubahnya?tidak..tidak... aku bisa, namun mengapa tak ada tampak sedikitpun aku akan berubah?
aku begitu buruk ku rasa....................

Saat dunia tertidur ku lantunkan doa hanya pada Tuhanku.
kau tak bisa menebak apa yang ada dalam ucap doaku.
kau tak bisa menebak siapa yang sedang aku perbicarakan pada Tuhanku.
yang mungkin bisa kau tebak adalah perasaanku.
perasaanku sangat nyaman ketika bercengkrama dan bercerita pada Tuhanku.
berdua, aku merasa memiliki tempat ternyaman untuk aku menangis
kau harus tahu perasaanku saat malam itu.
aku merasa sangat betah sehingga rasanya tak mau memberhentikan percakapan antara aku dan Tuhanku.

tanpa ada skenario dimalam itu.
tanpa ada inginku sedikitpun.
air mata itu mengalir tanpa ku sengajai
air mata ketika percakapan dengan Tuhan ku terjadi adalah air mata yang membuat tenang hatiku.
aku buruk...
aku buruk....
tapi tak pernah ada salah apabila aku ingin menemui Tuhanku,bukan?
rasanya ingin setiap detiknya aku merasa nyaman seperti malam itu.

disaat ribuan mata tertutup, aku seperti mempunyai waktu berharga berdua dengan Tuhanku.
dan kamu mau tau apa yang telah banyak ku ucapkan?
banyak sekali tak sanggup lagi aku bercerita.
namun...
ketika Tuhan menanyakan salah satu hal terindah dalam dekat waktu ini.
tanpa aku mau, aku menjawab adalah pertemuan kita.
dan aku menceritakan bagaimana aku berjuang dalam diamku.

dan aku,wanita yang buruk ini.
selalu dan mungkin akan selalu membicarakan kamu dengan Tuhanku, hingga akhirnya Tuhankulah yang mendiamkan aku untuk membicarakan yang lain selain kamu.

Malam itu sangat sunyi...
cahaya sangat sedikit tampak.
disaat itulah
waktu yang kusukai untuk menangis.
aku bukan cengeng,jangan kau katakan itu!
aku hanya merasakan sesuatu yang mungkin tak kau temui pada siang hari.
aku merasakan sesuatu yang mungkin tak pernah kau temui saat kau sibuk dengan duniamu.
aku merasakan sesuatu yang mungkin tak pernah kamu temui saat kamu menghitung kekayaanmu.
ini luar biasa,aku senang menangis saat malam tiba.
entah apa yang kutangisi,selalu ada alasan untuk aku menangis.
selalu banyak cerita dan tak pernah ada habis saat malam itu tiba.
aku bahagia malam itu.
aku bahagia bercerita tentang dunia ku pada Pemilikku.
aku bahagia,dan selalu menunggu jam berhenti pada malam itu.

Sabtu, 16 April 2016

Mungkinkah Kau?

0 komentar
Sebenarnya aku lelah mengulangnya hingga bosan. Namun setiap kali melangkah aku selalu gagal
Padahal aku punya beribu alasan untuk melangkah bahkan seharusnya aku mampu lebih jauh.
Ternyata tidak,nyatanya aku masih tetap disini diam mengulang kesalahan yang sama.
Rasanya rindu pada masa lalu yang tidak seperti ini sebelumnya.
Ntah aku tak tau
Apa ini sebuah anugerah bisa mengenalnya
Atau aku malah takut sebaliknya.


Aku cukup bosan sebenarnya
Namun kebosanan tidak bisa membuat aku melangkah sedikit saja.
Aku seperti berpura pura ikhlas menjalaninya
Aku menetap dengan penuh keraguan
Dengan penuh kebodohan pula
Membuat aku semakin merasa
'Untuk apa aku bertahan?'

Namun....
Alasan apa yang bisa membuat aku menjauh dari tempat ini?dari suasana seperti ini?
Jenuh,jelas aku jenuh.
Kecewa,jelas aku kecewa. Sangat jelas.

Bahkan seharusnya aku tak harus pernah ada disini mengenalnya.
Seharusnya aku tidak pernah seperti ini

Ah
Ntahlah
Aku butuh tempat yg jauh lebih indah.
Membuat aku mampu bernafas lebih lega
Membuat aku mampu beristirahat dengan sempurna.

Semoga Tuhan menjaga kita
Dekat ataupun jauh
Senang maupun sedih
Kecewa apa tidaknya kita.
Aku berharap ujungnya tak pernah ada kata benci diantara jarak ini

Selelah apapun aku bertahan
Aku berharap selalu ada senyum bila temu itu ada.
Dalam keadaan bagaimanapun kita bertemu selanjutnya,aku harap tak pernah ada kesal antara kita.

Aku mencoba ikhlas untuk sementara bertahan disini,namun aku janji akan pergi kapanpun itu.
Dan bila Tuhan meridhoi......
Sejauh apapun aku melangkah
Sesulit apapun perjalanan aku
Sekelok apapun perjalanan aku
Dan setinggi apapun tebing ku daki
Bila Dia berkata Iya,aku akan kembali ketempat itu.
Tempat yg dimana kamu berada
Dengan suasana yang jauh lebih tidak membosankan,pasti.

Dan bila tidak seperti itu,
Aku yakin akan menemuimu ditengah perjalananku,tapi bukan kau tujuanku.
Dan apabila bukan kamu ujung jalanku.
Aku pasti menemukan yg lebih baik dari mu.

Tapi mungkingkah kau?

Sabtu, 27 Februari 2016

Molekul kecil

0 komentar
Setiap kali aku uraikan hingga bertemu dengan molekul molekul terkecil.
Aku tau siapa penciptanya.
Tuhan menciptakan sebuah pribadi mandiri diantara makhlukNya.

Dan setiap kali aku uraikan hingga aku tau siapa manusia pertama didunia ini.
Begitu hebat Tuhanku yang mampu menyebarkan ciptaannya pada tempat-tempat yang sempurna bagi setiap insan.

Molekul kecil yang telah melalui beberapa tahap hingga mereka seperti diasingkan.
Molekul kecil yang bersembunyi pada fungsi seolah kami lupa bahwa awal mula ialah titik terpenting.

Sungguh besar sang pencipta ratusan juta molekul kecil tersebut.

Rabu, 10 Februari 2016

Kau ingin pulang?

0 komentar
Aku sudah semakin nyaman dengan keadaan ini.
Keadaan sepi ini membuat aku lebih tenang.
Aku harap kau pergi dan akan kembali pada waktunya
Semoga kau tak lupa jalan pulang

Banyak tamu yang menyapa
Dan izin untuk menempati tempatmu.
Aku tak bisa
Karena aku tau kau masih ingin kembali menempatinya.

Aku tak tau bagaimana aku seberharap ini untuk kau pulang kembali.
Padahal aku lupa membekalimu jutaan peta.

Aku sudah nyaman dengan sepi ini.
Bahkan perasaan rindu tak asing lagi disini.
Aku tak tau apa yang kau perjuangkan diluar sana.
Aku tak tau apa yang kau temukan diluar sana.
Aku tak tau apa yang kau pikirkan diluar sana,menetap diluar?apa kembali pulang didekat aku?

Namun aku menunggu dalam doa ku
Aku menunggu.
Jikalau bukan kamu yang mengetuk
Pastilah dia lebih baik darimu

Kamis, 04 Februari 2016

Aku pernah.

0 komentar

Aku pernah hancur kerana terlalu percaya.

Aku juga pernah patah kerana memilih orang yang salah.

Aku pernah terkubur dalam hati seseorang yang aku selami dengan niat untuk aku bisa mengerti.

Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain.

Aku pernah tercerai berai ketika kasihku tak sampai.

Aku pernah tertusuk kepingan hatiku sendiri yang retak ketika sedang berusaha menyusun lalu kau datang lagi.

Aku pernah jatuh karena cuba beri kesempatan pada hati.

Aku pernah ditinggalkan karena menunggu.

Aku juga pernah dihakimi karena melindungi.

Aku pernah ditinggal pergi karena tak cukup memberi.

Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hati sendiri.

Aku pernah disalahkan karena bicara yang sejujurnya.

Aku pernah disuruh menunggu ketika dia sedang menunggu orang lain.

Aku pernah seperti itu.. Sehancur itu aku pernah bangkit hanya untuk dihancurkan kembali.

Kini.. Aku bangkit bukan untuk dihancurkan semula. Aku juga layak untuk bahagia seperti orang lain. Aku juga layak merasai kegembiraan dalam setiap kehidupan yang ada. Hatiku telah dijaga dengan Rapi oleh Tuhanku. Jika aku menjaga hubungan aku dengan Tuhanku, inshaAllah hati aku tak akan hancur lagi. Kini aku kembali tersenyum. Indah. Bahagia. Bersama Tuhanku.

Aku Pernah,
.

Diberdayakan oleh Blogger.
 

"coretan-rahmah" Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template